Keyword:
Beliau mengatupkan diri saat-saat terakhir
Jiwanya melayang bersama deburan kenangan pahit
Matanya terpejam rapat, seolah enggan lagi melihat dukanya dunia kini
Dia lelah, maka ini saatnyalah dia berhenti berapi-api
Menanti waktu bergerak hingga dunia tak lagi terlihat mati
Lihatlah! Dunia terlampau sakit usai tumbuh jejeran manusia sakti
Manusia perombak bumi penghancur jejalan landasan terpati
Yang menguasai seluruh petuah-petuah adil
Mencari kesenangan semata menyuri andil dan alih
Sebab itulah kini dia memilih mematikan diri
Hingga pemandangan nista, gila di depan tak tersambut mata lagi
Dia mematikan diri sebab ingin mencabut segala penat dan galaba rasa sedih
Dalam temaram ajal, dia memberi sapaan janji
Bahwa harapan tertatih itu akan bangkit bersamaan pengabdi baik setia bumi
-Shelmatira-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar