Minggu, 07 Januari 2018

Day 1

Keyword:

Datanglah penyuci jiwa!
Dia ada, menangkupkan jari sambil bernanang
Jelimat matanya tersirat sedih bermuram durja
Mulutnya bergetar sendu membisu laksana batu tak tenang

Dengarkan suaranya, wahai penemu rahasia!
Biarlah dia tahu seberapa rumitnya memecahkan misteri jenaka
Biarlah dia tahu seberapa ringkuh konsekuensi mengelak variasi memoar panjang
Seperti itulah pencabut nyawa akan datang melirik lintas bayangannya
Lalu mencabut segala raga yang menjejaki kawasannya dengan alasan menguak rahasia

Ada keinginan-keinginan sepuh
Ada kelelahan panjang menunggu bahagia sampai melepuh
Tapi segala hadiah hanya berbalas kecewa, rasa rapuh
Terasa sudah kekejeran pada kedua tangan yang sedari dulu selalu mengambil hak-hak lain di malam kelabu
Maka, kesedihan itu makin nyata sebagaimana angin menyapu daun
Sengsara itu akan merasuk kalbu, membawa sesal kesal baru

-Shelmatira-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar