Keyword:
Wahai, mimpi, apa ramalmu perihal orang dakar perusak harapan kami?
Dengarlah, embus terpatah kami kian tersengal karena debur senjata mereka sakit
Harapan kami mulai mengabur, menghilang secepat ombak menghajar sampan nelayan kecil
Harapan yang makin menjauh terenyah awan menangis di angkasa langit
Dengarlah, embus terpatah kami kian tersengal karena debur senjata mereka sakit
Harapan kami mulai mengabur, menghilang secepat ombak menghajar sampan nelayan kecil
Harapan yang makin menjauh terenyah awan menangis di angkasa langit
Apa tanggapmu perihal orang teguh hati merusak benteng kekuatan kami?
Wahai Tuan mimpi, apa sebab bebatuan tajam runtuh tepat di hati,
Mengoyak kesepakatan bersama aliran darah untuk jadi berani?
Wahai Tuan mimpi, apa sebab bebatuan tajam runtuh tepat di hati,
Mengoyak kesepakatan bersama aliran darah untuk jadi berani?
Sedang suara kami lemah tak sanggup menerangkan lantang
Bahwasanya kebersamaan kami para pejuang merdeka menurun lengang
Bahwasanya terobosan dedaunan penyejuk menepis kenang
Bahwasanya kebersamaan kami para pejuang merdeka menurun lengang
Bahwasanya terobosan dedaunan penyejuk menepis kenang
Malahan, sang tuan mimpi mengubur eluh, desah kecewa sedu sedan
Bilangnya, justru karena kalian berpegangan tangan menyatu tak segan,
Kaliannya yang paling mampu untuk bertahan
Bilangnya, justru karena kalian berpegangan tangan menyatu tak segan,
Kaliannya yang paling mampu untuk bertahan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar