Keyword:
Aku rindu semerbak cintanya menenangkan jiwaku
Pada hujung tahun, aku kian patah putus asa menanti hadirnya pilu
Hatiku berdegup resah pasal kenangan yang bersekutu,
Mereka ulang kenangan terpendam selama dekade tahun
Pada hujung tahun, aku kian patah putus asa menanti hadirnya pilu
Hatiku berdegup resah pasal kenangan yang bersekutu,
Mereka ulang kenangan terpendam selama dekade tahun
Hingga aku tersungkur sesak
Dadaku mengempis merindu dekap mendesak
Air mataku turun indah sebagaimana air terjun mengalir hebat
Tak terhingga, tak terbatas seolah memelas sosok itu datang
Ijinkan dia kembali, meski nanti raganya tak tergapai regang
Meski nantinya mataku seakan tiada guna melihat bayang lincah sisa abu kematian terbang
Dadaku mengempis merindu dekap mendesak
Air mataku turun indah sebagaimana air terjun mengalir hebat
Tak terhingga, tak terbatas seolah memelas sosok itu datang
Ijinkan dia kembali, meski nanti raganya tak tergapai regang
Meski nantinya mataku seakan tiada guna melihat bayang lincah sisa abu kematian terbang
Sebab yang kubutuhkan hanya bisa merasa langkah penemannya merangkul erat
Dan sapuan angin arwahnya mampu menenangkanku cermat
Maaf jika rinduku terlampau berat
Dan sapuan angin arwahnya mampu menenangkanku cermat
Maaf jika rinduku terlampau berat
---
Tinggal satu part lagi, maka lantunan puisi akan segera usai.
Tinggal satu part lagi, maka lantunan puisi akan segera usai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar